Pasca Gabung, Penjualan Batik di TikTok dan Tokopedia Naik 9 Kali Lipat

Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto (kedua kanan) bersama Direktur Eksekutif E-commerce, TikTok Indonesia Stephanie Susilo (kanan) saat membatik di Hotel Tentrem dalam kegiatan #MelokalDenganBatik, Yogyakarta, Senin (5/2/2024). (Foto: Istimewa)
Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto (kedua kanan) bersama Direktur Eksekutif E-commerce, TikTok Indonesia Stephanie Susilo (kanan) saat membatik di Hotel Tentrem dalam kegiatan #MelokalDenganBatik, Yogyakarta, Senin (5/2/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka – TikTok dan Tokopedia kian gencar mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) industri batik lokal, untuk berkembang dan meningkatkan penjualannya melalui platform digital alias e-commerce.

Mengingat, semakin banyaknya serangan impor batik yang menjadi tantangan bagi industri batik Tanah Air.

Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto menyebut, pasca melakukan integrasi dengan Tiktok Shop pada Desember lalu, Tokopedia mencatat sejumlah brand lokal fesyen termasuk batik, yang transaksinya naik rata-rata 9 kali lipat.

Kenaikan tersebut tercatat pada 12 Desember 2023-10 Januari 2024 dibandingkan transaksi di bulan November 2023.

“Hal itu berkat kampanye sebelumnya bersama TikTok ‘Beli Lokal’, #MelokalDenganBatik adalah upaya lanjutan untuk mendukung produk lokal khususnya batik,” katanya dalam acara #MelokalDenganBatik di Yogyakarta, Senin (5/2/2024).

Melissa menuturkan, selama kampanye berlangsung, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan batik dari UMKM melalui halaman khusus di Shop | Tokopedia dan Tokopedia.

“Kampanye ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong tradisi memakai batik,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif E-Commerce, TikTok Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, industri batik lokal memiliki peran penting bagi perekonomian nasional.

Industri batik juga merupakan sektor padat karya yang telah menyerap jutaan tenaga kerja.

TikTok dan Tokopedia sambungnya, berupaya memajukan industri batik tanah air lewat pemanfaatan teknologi, demi membawa dampak positif terhadap perekonomian dalam negeri, dengan meluncurkan kampanye #MelokalDenganBatik.

“Kampanye ini menandai perpaduan inovasi digital dan sumber daya lokal untuk memacu kemampuan dan meningkatkan kapasitas UMKM batik dalam rantai pasok lokal, sekaligus lebih menghidupkan ekonomi lokal di era digital,” tegas Stephanie.

Demi mendorong geliat industri batik lokal di era digital, TikTok dan Tokopedia meluncurkan kampanye #MelokalDenganBatik dengan menghadirkan empat inisiatif kunci dan kemudahan akses modal serta teknologi produksi kepada UMKM batik di berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, program #MelokalDenganBatik mengintegrasikan empat inisiatif kunci dan telah berlangsung sejak Januari 2024 di Pekalongan, Solo dan Yogyakarta, dan rencananya akan terus merambah daerah lain di Indonesia.

Keempat inisiatif tersebut meliputi, pertama, batik shoppertainment meningkatkan minat terhadap batik dengan membantu audiens yang tertarik dengan batik untuk menemukan konten batik yang menghibur dan informatif.

Kedua, kampanye khusus batik, dukungan pemasaran, promosi dan eksposur eksklusif untuk produk yang berkaitan dengan batik. Ketiga, pencarian kreator untuk seller.

“Seperti memfasilitasi UMKM batik berkolaborasi dengan lebih dari 100 kreator untuk meningkatkan penjualan, serta sejumlah kreator lain untuk meningkatkan eksposur batik secara lebih luas,” jelasnya.

Keempat, uji coba gratis berjualan di Shop | Tokopedia. Memungkinkan UMKM batik yang baru terdaftar di Shop | Tokopedia menikmati gratis komisi satu bulan pertama demi mendorong partisipasi di perdagangan daring.

Inisiatif ini pun telah memberikan dampak positif pada UMKM lokal batik. Sejumlah UMKM lokal batik di Shop | Tokopedia dan Tokopedia mencatat peningkatan pemesanan sebesar hampir 2,5 kali lipat dibandingkan dengan pemesanan saat hari biasa.

Selain itu, TikTok dan Tokopedia juga melihat makin banyak penjual batik offline yang memanfaatkan platform digital untuk berjualan melalui inisiatif uji coba gratis berjualan di Shop | Tokopedia.

Selain melakukan empat inisiatif kunci, TikTok dan Tokopedia melalui kampanye #MelokalDenganBatik memberikan dukungan kepada pelaku UMKM batik berupa, kemudahan akses pinjaman modal usaha dari mitra lembaga keuangan terhubung.

Lalu, teknologi pendukung produksi batik (alat pengering batik, wawasan mengenai tren dan manajemen inventaris), dan desain batik hasil kolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

“Ke depannya, TikTok dan Tokopedia juga akan terus berupaya meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendorong kemajuan lebih banyak pelaku UMKM batik, dan berbagai produk lokal lainnya, demi mengakselerasi pertumbuhan UMKM di Indonesia,” harap Stephanie.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Asisten Setda Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Provinsi DI Yogyakarta Sugeng Purwanto, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh TikTok dan Tokopedia.

Ia mengatakan, batik merupakan wastra Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Ini merupakan bukti pengakuan bernilai strategis akan eksistensi batik serta perannya bagi peradaban nusantara.

Pelestarian batik tidak bisa dilakukan hanya dari aspek budaya tetapi juga dari aspek ekonomi, maka kami sangat mengapresiasi upaya TikTok dan Tokopedia melalui kampanye #MelokalDenganBatik.

“Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan UMKM lokal batik yang sekaligus berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat,” ucapnya.https://zorozuno.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*