Dubes Uni Emirat Arab Abdulla Salem AlDhaheri Puji Toleransi Beragama Di Indonesia

Dubes Uni Emirat Arab UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid. (Foto: Istimewa)
Dubes Uni Emirat Arab UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka – Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid  AlDhaheri memuji toleransi antarumat beragama di Indonesia. Menurutnya, UEA dan Indonesia memiliki kesamaan tentang toleransi dan keberagaman agama, budaya dan ras.

Hal ini disampaikan Abdulla Salem di Kedutaan Besar UEA, Jakarta, Selasa (30/1/2024), berkaitan dengan peringatan Hari Persaudaraan Internasional (The International Day of Human Fraternity) yang ditetapkan setiap 4 Februari.

Dubes UEA untuk ASEAN itu menambahkan, nilai-nilai toleransi telah tertanam sejak UEA berdiri pada 1971. menurutnya, hal ini menjelaskan mengapa lebih dari 200 negara menyebut UEa sebagai rumah.

“Berbagai agama telah membangun rumah ibadah di UEA. ada sekitar 52 gereja, 2 kuil Hindu, satu kuil Sikh dan satu kuil Budha,” jelasnya.

Sama seperti di UEA, selama empat tahun tinggal di Indonesia, Abdulla Salem melihat masyarakat di Nusantara hidup secara harmonis. Dia menilai bahwa orang indonesia sangat terbuka dan ramah.

“Kami dapat melihat banyak kesamaan dalam hal toleransi, hidup berdampingan, dan banyak kegiatan yang dilakukan dan disaksikan di UEA. Kami melihatnya juga di Indonesia,” ujarnya.

Terinspirasi Dokumen Human Fraternity, UEA meresmikan rumah Keluarga Ibrahim pada 16 Februari 2023. ini merupakan ruang antaragama yang terdiri dari masjid, Sinagog dan gereja di Pulau Saadiyat, Abu Dhabi.

Abdulla Salem mengatakan, misi UEA di Hari Persaudaraan Internasional ini adalah menginspirasi semua orang untuk menghayati nilai-nilai persaudaraan manusia.

“Kami percaya nilainilai Dokumen Human Fraternity adalah kunci untuk mendorong perdamaian di semua tingkatan: antara individu, organisasi, negara, dan bahkan antara umat manusia dan lingkungan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Hari Persaudaraan Internasional ini ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sejak 4 Februari 2019. Pada tanggal tersebut, di lakukan penan datanganan bersejarah Dokumen Persau daraan oleh Paus Fransiskus dan imam Besar Alazhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi.

Pada 21 Desember 2020, majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyatakan 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Internasional. Resolusi ini disponsori Uni Emirat Arab dan Mesir.https://zorozuno.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*